BRMP Biogen Kawal Percepatan LTT dan PM-AAS di NTT
Manggarai – Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BRMP Biogen) terus mengawal percepatan Program Strategis Luas Tambah Tanam (LTT) dan implementasi Pertanian Modern melalui metode PM-AAS di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pendampingan yang dilaksanakan pada 8 Juli 2026 di Kabupaten Manggarai tersebut bertujuan memperkuat koordinasi antar instansi, memastikan kesiapan pelaksanaan program, serta mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan sebagai upaya mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Rangakaian kegiatan diadakan pada 8 Juli 2026, tim BRMP Biogen melakukan koordinasi di Kabupaten Manggarai bersama Ketua Tim Kerja, Koordinator BPP, dan penyuluh pertanian. Kabupaten Manggarai memiliki target pendampingan sekitar 569 hektare yang tersebar di 12 kecamatan dan 171 desa dengan dukungan 105 penyuluh. Kecamatan Satar Mese menjadi wilayah dengan target terbesar karena memiliki potensi sawah irigasi yang luas.
Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa pelaksanaan PM-AAS di Kabupaten Manggarai masih dalam tahap persiapan sehingga pemilihan lokasi diarahkan pada lahan yang memenuhi persyaratan teknis. Penyuluh juga memberikan masukan mengenai kesesuaian varietas, di mana varietas Cikapundung dinilai lebih adaptif untuk wilayah dataran tinggi dibandingkan Cakrabuana maupun Ciherang. Pembagian target pendampingan pun diusulkan mempertimbangkan luas lahan dan potensi masing-masing wilayah agar pelaksanaan program lebih efektif.
Sosialisasi Program Pendampingan LTT dan PM-AAS kemudian dilaksanakan pada 9 Juli 2026 di CWS Kabupaten Manggarai. Kegiatan tersebut diikuti oleh BRMP NTT, pemerintah daerah, dan penyuluh pertanian. Melalui kegiatan ini tercapai kesepahaman mengenai strategi percepatan program, pembagian target pendampingan, serta pentingnya validasi data sebagai dasar monitoring dan evaluasi. Berbagai kendala, mulai dari kesiapan lahan, penyusunan CPCL, pemilihan varietas, hingga kondisi iklim juga berhasil diidentifikasi sebagai bahan penyempurnaan pelaksanaan program ke depan.
Melalui pendampingan ini, BRMP Biogen menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pelaksanaan Program Strategis Luas Tambah Tanam dan implementasi PM-AAS di Nusa Tenggara Timur. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi budidaya modern sekaligus meningkatkan produktivitas padi sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.